Perintah Berzikir Dalam Al-Quran. Lalu Bagaimana Jika Para Durjana KM50 Juga Berzikir?
1. Mengingat Allah dengan lidah (lisan). Yaitu menyebut asma Allah dengan mensucikan, memuji dan mengagungkan-NYA.
2. Mengingat Allah dalam hati. Yaitu menyebut asma Allah di dalam hati, berkontemplasi dan mengingat segala sesuatu ciptaan Allah dengan memikirkannya sebagai ayat atau tanda-tanda kebesaran-NYA.
3. Mengingat Allah dengan anggota badan. Yaitu dengan melakukan ketaatan, mengerjakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
Bagi orang yang sudah terlatih, dalam hal ini terlatih dalam zikrullah, ketiga hal tersebut di atas, mampu dilakukan olehnya pada saat yang bersamaan.
Zikrullah merupakan perintah Allah SWT. Perintah tersebut termaktub dalam Quran surat al-Baqarah ayat 152 :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Artinya: "Karena itu, ingatlah (berzikirlah) kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."
B. Jumlah Zikrullah. Lalu, berapa banyak sebaiknya kita berzikrullah dalam satu hari satu malam? Jumlah zikrullah termaktub dalam Surah Al Ahzab ayat 41 :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ
Artinya : "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah (berzikirlah) kepada Allah dengan ingatan (zikrullah) yang banyak."
Jadi, jumlah zikrullah dalam satu hari satu malam adalah : sebanyak-banyaknya.
B. Waktu Zikrullah. Kapan waktu atau saat yang tepat untuk kita berzikrullah? Tentang hal ini, Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran Surah Ali Imran ayat 191 :
ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah (berzikrullah) sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."
Jadi, berzikir itu dilakukan pada setiap tempat, setiap waktu dan setiap keadaan. Yaitu pada saat posisi kita berdiri, duduk, maupun berbaring. Ini berarti di setiap waktu kita ingat kepada Allah. Di setiap tempat kita ingat kepada Allah. Di dalam keadaan, situasi dan kondisi apapun, kita ingat kepada Allah SWT.
D. Pertanyaan. Bagaimana bila para durjana km50 melakukan amalan zikrullah ini?
Jawab : Ya biarkan saja. Itu urusan mereka. Tapi ingat, mereka sedang hidup dalam murka dan laknat Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam Surat An-Nisa Ayat 93 :
وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَٰلِدًا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًا
Artinya: "Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya. Dan Allah murka kepadanya, dan melaknatnya. Dan Allah menyediakan azab yang besar baginya."
Jadi, ketika para durjana km50 berzikrullah, maka mereka berzikir dalam murka dan laknat Allah SWT Al-Muntaqim (Yang Maha Pembalas).
Wallahu a'lam bishawab.
Assalamu'alaa manittaba'al huda.