Waspada Sufi Palsu
Table of Contents
TIGA ULAMA MEMBONGKAR SUFI PALSU PENCEMAR TASAWWUF DAN AGAMA ISLAM.
Oleh: M. Rofiannur Al Hamaamuh, SN, DH.
Konteks: Sufi asli dan sufi palsu.
Related: Film Bidaah.
Allah Subhanahu Wa taala berfirman:
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: Janganlah kalian mencampur adukkan perkara yang hak dengan yang batil. Dan janganlah kalian menyembunyikan yang Haq sedangkan kalian adalah orang orang yang mengetahuinya.
[Qur'an Surah Al Baqarah ayat 42]
Al Imam Al Baidhawi (W 675 H) menjelaskan ayat diatas:
ولا تجعلوا الحق ملتبسا بسبب خلط الباطل
Artinya: Dan janganlah kalian jadikan perkara hal sebagai pakaian (alat persembunyian) sebagai sebab mencampur kebatilan.
[Tafsir Al Baidhawi: 2/22]
Al Imam Ibnu Katsir (W 771 H) menjelaskan ayat diatas:
يقول تعالى ناهيا لليهود عما كانوا يتعمدونه من تلبيس الحق بالباطل وتمويهه به ، وكتمانهم الحق وإظهارهم الباطل
Artinya: Allah taala berfirman demikian sebagai bentuk larangan kepada orang orang Yahudi mengenai perkara yang mereka sengaja untuk mentalbis (alat persembunyian) perkara yang Haq dengan kebatilan dan mempropagandakan nya. Mereka menyembunyikan yang Haq dan menampakkan kebatilan.
[Tafsir Ibnu Katsir: 1/379]
Berangkat dari ayat dan tafsiran ayat ini. Kita akan bedakan antara sufi yang asli dengan sufi yang palsu. Sehingga, kita tetap bisa menjaga keutuhan, kemurnian dan kesucian para ahli sufiyyah dan ajaran tasawuf yang kini telah dikotori oleh segelintir orang. Jadi, kita tidak boleh memukul rata mereka semua hanya sebab satu perkara saja. Maka, kita harus pilah dan pisahkan antara mereka.
A. KRONOLOGI PERSOALAN SECARA RINGKAS DAN SINGKAT.
A1. Orang orang yang merusak kemurnian para ahli sufi dan ajaran tasawwuf, setidaknya yang masih diketahui saat ini yakni ada lima kategori;
1. Orang orang ahli bid'ah.
2. Orang orang zindiq.
3. Orang orang munafik
4. Orang orang dzolim.
5. Orang orang bodoh yang menisbahkan diri mereka kepada para ahli sufi dan tasawwuf.
A2. Propaganda yang mereka gunakan dalam menjalankan kebusukan mereka didalam ranah ini yakni;
1. Menggunakan pakaian ahli sufi.
2. Bertutur kata penuh hikmah.
3. Menghadiri majlis ilmu.
4. Duduk di halaqah Al Qur'an.
5. Melakukan ibadah haji.
6. Melakukan amalan sufi.
7. Berlagak sebagai ahli ilmu.
8. Berlagak sebagai ahli jihad.
9. Berlagak sebagai seorang Syaikh.
A3. Tujuannya mereka masuk kedalam ranah ini adalah;
1. Menginginkan hal hal duniawi.
2. Memenuhi hasrat nafsu birahi.
3. Ingin dicintai oleh wanita dan anak lanjut usia.
4. Kesufian dan tasawwuf dijadikan jembatan untuk melakukan maksiat.
A4. Target mereka dalam hal ini adalah;
1. Orang orang awam.
2. Orang orang jahil.
A5. Taktik yang mereka gunakan dengan mempergunakan sufi dan tasawwuf adalah;
1. Talbis (menyembunyikan tujuan kejahatan mereka dengan memperlihatkan kebaikan).
2. Tazwir (ketika kejahatannya terbongkar mereka berlindung dibalik kebaikan kebaikan lainnya sehingga orang lain menyangka dia memang begitu padahal tidak).
Semua ini adalah rangkuman dari beberapa kitab ulama muktabar tatkala mereka membongkar kedok kebusukan si sufi palsu.
Sekarang mari kita pelajari satu persatu secara ringkas saja. Agar kita semua tidak mudah dibodohi oleh sufi gadungan alias si sufi palsu berkedok agama.
B. APA ITU SUFI? APA MAKNA SUFI YANG SESUNGGUHNYA? SIAPAKAH MEREKA?
Sufi adalah orang yang beribadah hanya karena Allah bukan karena hal hal selainnya. Dia berakhlak baik, berbudi luhur, harmoni dengan sesama dan kebaikan kebaikan lainnya. Berikut adalah fatwa ulama mengenai sufi asli bukan sufi gadungan.
Al Imam Abi Nasr Assiraj Attusi (W 378 H) mengatakan:
وسئل أبو الحسن القناد رحمه الله عن معنى الصوفي فقال : مأخوذ من الصفاء وهو القيام لله عز وجل في كل وقت بشرط الوفاء.
Artinya: Abul Hasan Al Qanad Rahimahullah pernah ditanya tentang makna sufi. Lalu beliau menjawab: Sufi diambil dari kata Asshafa' ialah melakukan ibadah hanya karena Allah Azza wa Jalla disetiap waktu dengan mensyaratkan ke-ikhlasan.
[Alluma' Littusi: 28]
Al Imam Al Ghazali Assyafi'i (W 505 H) mengatakan:
ثم اعلم أن التصوف له خصلتان الاستقامة مع الله تعالى والسكون عن الخلق٬ فمن استقام مع الله عز وجل وأحسن خلقه بالناس وعاملهم بالحلم فهو صوفي
Artinya: Ketahuilah bahwasanya tasawuf memiliki dua pilar, yaitu istiqamah bersama Allah dan harmonis/tentram dengan makhluk-Nya. Dengan demikian siapa saja yang istiqamah bersama Allah Azza wa Jalla, berakhlak baik terhadap orang lain, dan bergaul dengan mereka dengan santun, maka ia adalah seorang sufi.
[Ayyuhal Walad: 63]
Al Imam Abi Nasr Assiraj Attusi (W 378 H) mengatakan:
وسئل آخر عن معنى الصوفي فقال : معناه أن العبد إذا تحقق بالعبودية وصافاه الحق حتى صفا من كدر البشرية نزل منازل الحقيقة وقارن أحكام الشريعة، فإذا فعل ذلك فهو صوفي.
Artinya: Orang lain bertanya mengenai makna sufi, lalu ia menjawab; Maknanya sufi adalah bahwasanya seorang hamba apabila telah benar ibadahnya, kebenaran telah menyucikannya sehingga ia bersih daripada menyakiti manusia, ia terjun kejalan kebenaran dan mengedepankan hukum hukum syari'at. Apabila dia melakukan hal tersebut maka dia adalah seorang sufi.
[Alluma' Littusi: 29]
Al Imam Abi Nasr Assiraj Attusi (W 378 H) mengatakan:
فإذا قيل لك : الصوفية من هم في الحقيقة؟ صفهم لنا فقال : هم العلماء بالله وبأحكام الله العاملون بما علمهم الله تعالى.
Artinya: Apabila dinyatakan kepada mu; Sufi, siapakah mereka sebenarnya? Beritahukan ciri ciri mereka kapan kami, ia menjawab; Mereka adalah ulama Billah dan menegakkan hukum hukum Allah, mereka mengamalkan dengan apa apa yang telah Allah beritahukan kepada mereka.
[Alluma' Littusi: 29]
Al Imam Al Ghazali Assyafi'i (W 505 H) mengatakan:
علمت يقيناً أن الصوفية هم السالكون لطريق الله تعالى خاصة وأن سيرتهم أحسن السير، وطريقتهم أصوب الطرق، وأخلاقهم أزكى الأخلاق.
Artinya: Aku telah tahu secara yakin bahwa sufi adalah mereka yang selalu mengkhususkan berjalan di jalannya Allah taala, rahasia mereka paling baiknya rahasia, jalan mereka paling baiknya jalan dan akhlak mereka paling murninya akhlak.
[Al Munqidhu Min Addhalal: 16]
Jadi, sufi dan tasawwuf yang sebenarnya yang diakui oleh Ahli Sunnah Wal Jamaah bisa kita ringkas menjadi 5 perkara;
1. Sufi asli adalah dia yang selalu beribadah karena Allah taala saja tidak pada selainnya.
2. Sufi berakhlak mulia dan baik.
3. Jalan yang mereka tempuh merupakan jalan kebaikan yakni hanya menuju Allah saja.
4. Seorang sufi bisa berupa seorang ulama yang menegakkan hukum hukum Allah taala, syariat Allah taala dan mengamalkan ilmunya.
5. Sufi tidak menggangu hal hal yang bersifat kemanusiaan (Basyariyyah). Seperti; perasaan, mental, fisik dan sebagainya.
Apa yang anda baca tadi, merupakan hakikat sufi yang sesungguhnya bukan sebagaimana yang anda lihat didalam film itu, yang ada didalam film itu bukanlah seorang sufi ataupun ajaran tasawuf. Tapi, seseorang penjahat yang sudah kami jelaskan diawal.
Oleh karena itulah, Syaikh Ibnu Taimiyah (W 728 H) berani mengatakan:
هو في الحقيقة نوع من الصديقين فهو الصديق الذي اختص بالزهد والعبادة على الوجه الذي اجتهدوا فيه
Artinya: Sufi pada hakikatnya merupakan bagian dari golongan orang orang Shiddiiqiin (orang orang yang benar) yang mana dia mengkhususkan diri dengan zuhud dan ibadah atas dasar bersungguh sungguh di dalamnya.
[Majmu' Fatawa Libni Taimiyah, Juz: 7, Halaman: 10]
Syaikh Ibnu Taimiyah (W 728 H) juga mengatakan tatkala banyak manusia yang mengkritisi mereka;
والصواب أنهم مجتهدون في طاعة الله ، كما اجتهد غيرهم من أهل طاعة الله
Artinya : Dan yang benar adalah sesungguhnya mereka (kelompok sufiyyah) adalah orang orang yang berhati hati dalam ketaatan sebagaimana yang selain mereka pula dari kalangan ahli ta'at.
[Majmu' Fatawa Libni Taimiyah, Juz: 7, Halaman: 10]
Dengan kata lain, kemurnian dan keaslian sufi dan ajaran tasawuf tidak akan pernah bisa dirubah oleh sebuah kejatahan. Entah, diperagakan dalam bentuk film ataupun sejenisnya. Sufi akan selalu sufi selama lamanya takkan bisa dikatakan sebagai kemaksiatan. Maksiat adalah maksiat dan sufi adalah sufi. Keduanya merupakan dua unsur yang berbeda bahkan takkan pernah sama persis. Jadi, jangan campur adukkan.
Jadi, apakah anda masih yakin bahwa yang didalam film bid'ah itu adalah seorang sufi sungguhan? Atau seorang sufi gadungan yang mempropagandakan nama sufi dan tasawwuf? Silahkan jawab sendiri.
C. SUFI GADUNGAN.
Sufi gadungan atau sufi palsu yang kami maksudkan disini adalah orang orang yang bertentangan dengan fatwa ulama diatas dan tujuan dia hanyalah ingin mendapatkan duniawi saja, gelar sufi dan sebagainya.
Contohnya sebagaimana berikut; seorang yang berlagak sufi tapi tujuannya hanya ingin dicintai oleh wanita.
Al Imam Al Ghazali Assyafi'i (W 505 H) mengatakan:
وقد يظهر بعضهم زي التصوف وهيئة الخشوع وكلام الحكمة على سبيل الوعظ والتذكير وإنما قصده التحبب إلى امرأة أو غلام لأجل الفجور ، وقد يحضرون مجالس العلم والتذكير وحلق القرآن يظهرون الرغبة في سماع العلم والقرآن وغرضهم ملاحظة النساء والصبيان أو يخرج إلى الحج ومقصوده الظفر بمن في الرفقة من امرأة أو غلام. وهؤلاء أبغض المرائين إلى الله تعالى لأنهم جعلوا طاعة ربهم سلماً إلى معصيته واتخذوها آلة ومتجراً وبضاعة لهم في فسقهم.
Artinya: Terkadang sebagian orang menampakkan pakaian sufi, berprilaku khusyu', ucapan penuh hikmah dalam bentuk nasehat dan mengingatkan. Padahal tujuannya supaya mendapatkan cintanya seorang wanita dan pembantu untuk dapat berbuat kejahatan. Terkadang mereka juga menghadiri majlis ilmu, pengajian dan halaqah Al Qur'an. Mereka menampakkan kesemangatan menuntut ilmu dan Al Qur'an. Padahal tujuan mereka adalah hanya ingin memandangi para wanita dan anak lanjut usia. Atau dia keluar rumah untuk melakukan haji padahal tujuannya hanya ingin mendapatkan kelemah-lembutan seorang wanita dan pembantu. Mereka adalah orang orang munafik yang paling dibenci oleh Allah taala. Karena mereka menjadikan ketaatan Tuhannya sebagai jembatan untuk kemaksiatan nya, menjadikannya sebagai alat dalam kefasikan mereka.
[Ihya' Ulumiddin: 3/229]
Contoh lain lagi; seorang yang menggunakan pakaian para ahli sufi.
Al Imam Syihabuddin Abi Hafsh Asshahrawardi Assyafi'i (W 632 H) mengatakan:
حيث كثر المتشبهون واختلفت أحوالهم، وتستر بزيهم المتسترون وفسدت أعمالهم، وسبق إلى قلب من لا يعرف أصول سلفهم سوء ظن
Artinya: Telah banyak para peniru berlagak seperti sufi. Keadaan mereka (sufi palsu) beragam. Dia menutup dirinya dengan menggunakan perhiasan mereka (ciri khas sufi) dan merusak amalan mereka, dia gencar mengincar hati orang orang yang tidak mengetahui dasar pendahulu mereka dengan berburuk sangka.
['Awarif Al Ma'arif: 8]
Contoh lain lagi; ahli bid'ah dan zindiq menisbahkan diri mereka kepada kelompok sufiyyah.
Syaikh Ibnu Taimiyah (W 728 H) mengatakan:
ومن المنتسبين إليهم من هو ظالم لنفسه ، عاص لربه . وقد انتسب إليهم طوائف من أهل البدع والزندقة ؛ ولكن عند المحققين من أهل التصوف ليسوا منهم
Artinya: Ada pula orang orang yang sekedar menisbahkan diri pada mereka padahal hanyalah orang orang yang dzolim pada dirinya sendiri serta durhaka pada Tuhannya. Kelompok ahli bid'ah dan zindiq (munafik) juga menisbah pada mereka (orang orang sufi). Akan tetapi, orang orang yang benar dari kalangan ahli tasawuf menyatakan mereka bukanlah dari golongan sufi.
[Majmu' Fatawa Libni Taimiyah, Juz: 7, Halaman: 10]
Contoh terakhir; seorang yang hanya ingin dibilang sufi padahal seorang penipu.
Syaikh Ibnu Taimiyah juga menjelaskan sufi sufian alias sufi palsu ini. Beliau menuliskan:
وأما صوفية الرسم : فهم المقتصرون على النسبة، فهمهم في اللباس والآداب الوضعية ونحو ذلك فهؤلاء في الصوفية بمنزلة الذي يقتصر على زي أهل العلم وأهل الجهاد ونوع ما من أقوالهم وأعمالهم بحيث يظن الجاهل حقيقة أمره أنه منهم وليس منهم.
Artinya: Adapun sufi palsu (Sufiyyah Arrasm): Mereka adalah orang orang yang hanya sekedar menisbahkan diri saja. Mereka berpakaian dan bertatakrama yang wajar (selayaknya seorang sufi) dan sebagainya. Mereka adalah orang orang yang berhias diri seperti ahli ilmu, ahli jihad dan bergamam perangai ucapan dan amalan sufi. Sehingga, orang yang bodoh menyangka dia adalah bagian daripada mereka (kelompok sufi) padahal bukan.
[Majmu' Fatawa Libni Taimiyah, Juz: 7, Halaman: 11]
Dari semua ini bisa kita simpulkan;
1. Sufi dan ajaran tasawuf adalah benar dan dikotori nya ranah ini oleh orang orang jahat tersebut tidaklah merubah apapun dari kemurnian dan kesucian ajaran ini.
2. Orang orang yang merusak kemurnian sufi dan ajaran tasawuf biasanya akan menutup diri mereka dengan menggunakan pakaian para ahli sufi.
3. Sufi dan ajaran tasawuf yang palsu dapat dikenali dan diketahui ketika ia menyimpang dari ajaran Allah dan rasulnya.
4. Tidak semua yang berlagak sufi atau yang mengaku sufi itu adalah sufi yang sebenarnya. Maka, harus dicek dari amalanya.
Selesai.
NB: Dilarang untuk merubah sumber yang telah diterbitkan, tanpa adanya izin resmi dari tim ID Cyber aswaja dan penulis tanpa kecuali.