Lawan Wahn Dengan Zuhud

Table of Contents

Menanam Di Dunia, Panen Di Akhirat


Zuhud adalah tidak menjadikan dunia sebagi tujuan utama. Sebaliknya, dunia adalah singgahan sementara untuk menuju kehidupan yang abadi, yaitu akhirat. Tetapi bukan lantas melupakan dunia. Namun menjadikan dunia sebagai ladang akhirat. Dunia tempat bercocok tanam akhirat tempat panen (memetik hasil). 

Zuhud itu adalah upaya menjauhkan diri dari bergantung kepada isi dunia. Zuhud itu adalah tidak silau dengan kemewahan dunia. Zuhud itu adalah mengutamakan kehidupan akhirat dan ridha Allah, daripada segala isi dunia. Zuhud itu adalah meninggalkan dunia dan menjadikan akhirat sebagai orientasi kehidupan. 

Zuhud Bukan Berarti Anti Dunia


Zuhud bukan berarti harus menolak rezeki (tidak mencari rezeki) atau menjadi miskin. Zuhud itu menjadikan dunia sebagai alat ibadah (tempat persinggahan saja). Dunia bukan tujuan utama. Dunia itu fana', dunia itu palsu, dunia itu bukan kehidupan sejati. Yang kekal, asli dan sejati adalah akhirat. 

Zuhud bukan berarti hidup bermiskin-miskin atau mengharamkan harta. Tidak demikian. Zuhud itu mengosongkan hati dari keterikatan dengan harta. Tidak dilarang kaya. Silahkan saja berusaha menjadi orang kaya, asalkan: 

  • - hatinya tidak diperbudak dunia,
  • - tidak sombong saat berkecukupan,
  • - dan tidak kecewa dan tidak pula putus asa saat kekurangan. 

Tanda Apabila Seorang Hamba Sudah Mulai Zuhud : 


  • - Dia tidak gembira berlebihan saat mendapat harta dan tidak sedih berlebihan saat kehilangan harta. Jiwanya seimbang. Mutma'innah. 

  • - Hidup sederhana, qana'ah, tawadhu', rajin beribadah dan mengutamakan ketaatan kepada Allah.

Dua (2) Macam Zuhud :


1. Zuhud Wajib : Meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan Allah SWT dan Rasul-Nya. 

2. Zuhud Sunnah : Meninggalkan  perkara-perkara yang berlebihan dan perkara-perkara yang sia-sia (tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat). 

Bagi Zahid (orang yang zuhud), tidak ada cinta dunia di dalam hatinya. Yang ada hanya Allah SWT.