Berubah Ke Arah Yang Lebih Baik

Table of Contents

Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Sebagai makhluk yang berakal dan beriman, idealnya, seorang manusia berubah ke arah yang lebih baik. Perubahan ke arah yang lebih buruk, menunjukkan kelemahan akal dan iman seseorang. Kebaikan dan Keburukan, tentu saja, ditinjau dari ajaran Islam (syariat, hakikat dan ma'rifat).

Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهَ فَهُوَ مَغْبُوْنَ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنَ ( رواه الحاكم)

Artinya: "Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka." (HR. Hakim)

Sayidina Ali bin Abi Thalib RA berkata, "seseorang bisa berubah dalam tiga keadaan: 

1. Ketika dekat dengan penguasa
2. Ketika memiliki jabatan
3. Ketika kaya setelah miskin.

Maka siapa yang tidak berubah dalam keadaan tersebut,  dialah yang memiliki akal yang lurus dan perangai yang teguh."