Dari Sinilah Rihlah Ilallah Dimulai

Table of Contents
Dosa selalu membekas di dalam hati.

Hati menjadi hitam (gelap) sebab maksiat. Tidak akan bisa bersih kecuali hanya dengan taubat kepada Allah ta’ala. Jadi adanya kehinaan, gelapnya hati, terhijabnya hati itu selalu bersamaan dengan maksiat, dan apabila kamu bertaubat kepada Allah, bekas-bekas dosa itu akan hilang. 



Aslinya, sejatinya, hati orang yang beriman itu ibarat bola kaca. Bersih dan bening. Bersinar dan memantulkan cahaya. 

Aslinya, sejatinya, dengan hatinya, orang beriman mampu melihat kehadiran Sang Pencipta di balik setiap kejadian dan dibalik setiap benda. Hati orang yang beriman mampu mengungkap dan menjadi saksi atas kebenaran yang hakiki. 

Aslinya, sejatinya, hati orang yang beriman itu tercerahkan. Hati yang cerah dapat melihat kebenaran dengan jelas dan dirinya senantiasa berjalan dalam koridor kebenaran. 

Maksiat itu hina. Hitam dan gelap. Menutupi hati yang kalau dibiarkan akan membutakan mata hati. 

Maksiat ibarat api dan asap (kabut) hitam yang menutupi kaca. Maksiat membuat hati menjadi gelap (hitam). Hati yang hitam gelap, tidak bisa memantulkan cahaya, menggelapkan jiwa. Buta. 

Akhir Ayat 46 Surah Al-Hajj: 

فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى ٱلْأَبْصَٰرُ وَلَٰكِن تَعْمَى ٱلْقُلُوبُ ٱلَّتِى فِى ٱلصُّدُورِ

"... Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada."

Langkah atau anak tangga pertama untuk membersihkan hati yang gelap (hati yang sudah tidak bercahaya dan tidak lagi memantulkan cahaya) karena tertutup hijab kabut gelap maksiat, adalah taubat kepada Allah SWT. 

1. Mengakui kesalahan. 
2. Memohon ampun kepada Allah SWT. 
3. Memperbanyak istighfar, zikrullah, dan shalawat. 
4. Menjauhi maksiat. 

Dengan begitu, Allah SWT akan menghapus hijab kabut gelap maksiat dari hati. Dari sinilah, rihlah ilallah, perjalanan spiritual (ruhani) seorang hamba dimulai. Semakin jauh perjalanan, asalkan tidak tersesat, akan semakin dekat kepada Allah SWT. 

Ketahuilah, hati yang bersih dan tercerahkan, adalah hati yang sangat dekat kepada Allah SWT karena sudah terbuka hijabnya. Hati yang sudah Allah SWT singkapkan penutupnya, akan melihat (mengetahui) rahasia-rahasia Allah SWT. Sirrullah.