Pejuang Subuh Yang Sukses Melawan Dan Mengendalikan Hawa Nafsu

Table of Contents

Anakku, kendalikan hawa nafsumu pagi hari ini dan setiap hari.

Anakku, berangkatlah sholat subuh ke masjid setelah melaksanakan sholat malam (minimal 3 raka'at witir) di rumah, dan setelah ber-istighfar 100X.

Anakku, setiap hari kamu harus tahu jadwal waktu subuh. Pasang dan keraskan volume alarm. Biasakan dirimu bangun tidur 1,5 jam sebelum masuk waktu sholat subuh. Dengan demikian kamu santai dan tidak tergesa-gesa berangkat ke masjid. Kalau kamu mau bangun lebih awal, 2 atau 3 jam sebelum subuh, itu lebih baik.

Kalau mau mandi, maka mandilah. Kalau tidak sempat atau tidak mau mandi, maka cukup sempurnakan wudhu saja.

Anakku, bacalah doa keluar rumah dan berangkatlah ke masjid dengan tenang. Berzikir sepanjang jalan dengan zikir : subhanallah walhamdulillah walaailaaha illallah wallahu akbar (meskipun hanya di dalam hati).

Masuk dan keluar masjid, dahulukan kaki kanan

Sampai di masjid bacalah doa masuk masjid dan baca niat i'tikaf. Laksanakan sholat tahiyyatul masjid. 

Duduk dengan tenang sambil terus membaca sholawat nabi (dengan suara sangat pelan, supaya tidak mengganggu orang lain, atau di dalam hati). Fokus dengarkan lantunan adzan dan jawablah. 

Keluar dari masjid, jangan lupa membaca doa keluar masjid.

Apabila pesan babeh tersebut kamu lakukan, itu artinya kamu sudah sukses mengendalikan hawa nafsumu. Kamu pemenang. Kamu telah menjadi raja. Bukan budak hawa nafsu.

Babeh doakan semoga Allah SWT menolong kamu untuk berjuang melawan (mengendalikan) hawa nafsu. Hawa nafsu wajib dilawan atau dikendalikan. Karena jika tidak, hawa nafsulah yang akan menguasai (mengendalikan dan memperbudak) kamu. Perhatikan Firman Allah dalam QS. Al-Jatsiyah Ayat 23:

أَفَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِۦ وَقَلْبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِنۢ بَعْدِ ٱللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ.

Artinya: "Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا.

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651).

Selamat berjuang, nak. Jangan lupa mintalah pertolongan kepada Allah SWT. Hanya kepada Allah kita menyembah dan memohon pertolongan. 

Alfaqir,
Suhada Ali Syarali