Pesan Untuk Ustadz Dan Kyai Yang Merokok
Ustadz Dan Kyai adalah Ulama. Dan Ulama adalah Pewaris Para Nabi. Ustadz Dan Kyai Panutan umat.
Zaman sekarang, banyak umat Nabi Muhammad SAW yang mengira bahwa merokok itu boleh-boleh saja. Sehingga sebagian dari mereka, merokok dengan tanpa merasa bersalah sama sekali. Bahkan, ada juga sebagian dari mereka, yang mengira merokok adalah perbuatan yang baik.
Kok bisa?
Hal tersebut bisa terjadi disebabkan karena beberapa faktor. Salah satu faktor penyebabnya adalah:
Mereka sering melihat dengan mata kepala mereka sendiri, Ustadz dan Kyai yang menjadi panutan mereka, sedang ngelepus (menikmati rokok).
Sebab itulah umat mengira, merokok bukanlah perkara yang di-makruh-kan atau di-haram-kan. "Tidak apa-apa. Ustadz dan Kyai saja merokok." Mungkin begitu fikiran mereka. Padahal hukum rokok adalah Makruh dan Haram.
Saling mengingatkan dalam Kebenaran dan Kesabaran.
Melihat kenyataan seperti tersebut di atas, izinkanlah saya mengingatkan kepada Ustadz dan Kyai. Kalau antum belum mau atau belum sanggup mengendalikan keinginan untuk merokok, tolonglah kendalikan diri, jangan merokok di tempat umum atau di hadapan orang lain. Apalagi di hadapan murid dan santri.
Karena antum adalah panutan umat. Bukankah Ulama adalah pewaris Para Nabi? Sikap dan perbuatan antum akan dicontoh (diteladani) umat.
Maafkan saya lahir dan bathin. Dan izinkan saya berharap, mudah-mudahan kedepannya, umat semakin sadar. Tidak lagi mengira merokok boleh-boleh saja. Tidak lagi menganggap merokok adalah perbuatan baik. Sadar bahwa hukum rokok adalah Makruh dan Haram.
"Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang haqq itu haqq. Dan berikanlah kami kemampuan dan kekuatan untuk mengikuti yang haqq.Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang bathil itu bathil. Berikanlah kepada kami kemampuan dan kekuatan untuk menjauhinya. Aamiin."
Baca Juga :