Wahabi Amnesia Sejarah Akut
JANGAN BUTA SEJARAH!
sejarah Wahabi yang sekarang bertopeng Salafi: aliansi darah dan ambisi, yang dipatuhi oleh para gagal mikir?
1. Kemunculan Muhammad bin Abdul Wahhab (Abad ke-18) bermula di wilayah gersang Najd (sekarang Arab Saudi) pada pertengahan 1700-an.
Muhammad bin Abdul Wahhab, seorang ulama yang merasa paling suci, mulai mengafirkan sesama Muslim yang tidak sejalan dengannya, begitu juga pada para pengikutnya sekarang.
Baginya, ziarah kubur dan tawasul adalah syirik besar yang darah pelakunya halal untuk ditumpahkan.
Karena pemikirannya yang ekstrem, ia bahkan diusir dari kampung halamannya sendiri.
2. Perjanjian Diriyah (1744): Agama bertemu pedang.
Siapa yang mau menampung ideologi ekstrem? Tentu saja penguasa lokal yang haus wilayah!
Abdul Wahhab bertemu dengan Muhammad bin Saud (pendiri dinasti Saudi). Mereka melakukan sumpah setia:
Bin Saud memberi dukungan militer untuk menyebarkan paham Wahabi.
Abdul Wahhab memberi legitimasi religius agar penaklukan politik Bin Saud dianggap sebagai Jihad.
Intinya:
Ini bukan murni gerakan agama, ini adalah kontrak politik untuk merebut kekuasaan di semenanjung Arab.
3. Penghancuran situs sejarah dan pembantaian.
Begitu aliansi ini kuat, mereka mulai menyerang kota-kota suci. Pada tahun 1801, mereka menyerang Karbala, membantai ribuan orang, dan menjarah makam cucu Nabi, Imam Husain.
Tak lama kemudian, mereka menguasai Makkah dan Madinah, menghancurkan makam para sahabat dan keluarga Nabi di Jannatul Baqi karena dianggap berhala.
4. Peran Inggris dan Memoar Mr. Hempher.
Di sinilah sejarah menjadi menarik (dan memalukan bagi mereka).
Saat itu, Kekaisaran Ottoman (Turki Utsmani) adalah pelindung dunia Islam. Inggris, sebagai penjajah yang ingin meruntuhkan Ottoman, membutuhkan duri dari dalam.
Munculah klaim mengenai Mr. Hempher, seorang agen rahasia Inggris yang dalam memoarnya mengaku telah memanipulasi Abdul Wahhab untuk menciptakan sekte baru yang kaku guna melemahkan persatuan umat Islam.
Meskipun Wahabi membantah keras keberadaan Hempher, kenyataan geopolitiknya jelas, yaitu, Inggris mendukung pemberontakan Saudi-Wahabi melawan Turki Utsmani.
5. Berdirinya Arab Saudi Modern (1932).
Setelah jatuh bangun, dengan bantuan senjata dan dana dari Inggris melalui tokoh seperti T.E. Lawrence (Lawrence of Arabia), keluarga Saud akhirnya berhasil menaklukkan Hijaz dan mendirikan Kerajaan Arab Saudi.
Wahabi pun naik kasta dari sekte pinggiran menjadi ideologi resmi negara berkat limpahan petrodollar.
Kesimpulan Singkat : Wahabi yang sekarang bertopeng Salafi, tidak tumbuh dari konsensus ulama dunia, melainkan dari:
1. Ekstremisme yang mengafirkan mayoritas umat Islam.
2. Aliansi politik dengan penguasa yang ambisius.
3. Kepentingan Kolonial (Inggris) yang ingin menghancurkan Kekhalifahan Islam dari dalam.
Jadi, kalau sekarang mereka berlagak sebagai penjaga kemurnian agama, itu hanyalah amnesia sejarah yang akut.
Mereka berutang eksistensi pada pedang dan konspirasi Barat.
#JanganButaSejarah
