Allah Maha Adil Mustahil Zalim
Allah SWT mengharamkan kezaliman atas diri-Nya dan melarang hamba-Nya berbuat zalim. Perhatikan Hadits Qudsi riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar Al-Ghifari. Hadits ini adalah hadist ke-24 dalam kitab Arbain An-Nawawi). Di sini Allah SWT menegaskan:
يَا عِبَادِى إِنِّى حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِى وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوا
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi".
Berikut adalah poin-poin penting mengenai haramnya kezaliman.
Allah Maha Adil:
Allah tidak pernah berbuat zalim kepada hamba-Nya karena Allah Maha Penyayang dan Maha Adil.
Larangan Berlaku Zalim:
Allah melarang manusia berbuat zalim, baik terhadap diri sendiri (seperti maksiat) maupun terhadap orang lain (seperti menindas, mengambil hak, atau menyakiti).
Ancaman di Akhirat:
Kezaliman akan menjadi kegelapan di hari kiamat dan pelakunya akan dimintai pertanggungjawaban.
Kezaliman Terbesar:
Salah satu kezaliman terbesar adalah syirik, yaitu menyekutukan Allah.
Oleh karena itu, setiap Muslim diperintahkan untuk menghindari segala bentuk perbuatan zalim dan bertaubat jika pernah melakukannya.
Salah satu contoh perbuatan zalim yang dilakukan oleh pemerintahan jokowi adalah Operasi Delima yang mengakibatkan terjadinya Pelanggaran HAM Berat berupa Tragedi Kemanusiaan KM50. Operasi ini melibatkan BIN, POLRI dan TNI.
Perhatikan Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 42:
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ.
Artinya: "Dan janganlah sekali-kali engkau menyangka, Allah lalai dari apa yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari di mana pandangan-pandangan terbelalak."
Operasi Delima ini adalah kezaliman yang nyata. Sehingga aktor intelektual, eksekutor dan semua yang terlibat di dalamnya berhak mendapatkan murka dan laknat Allah SWT, serta mereka dijamin akan kekal abadi di jahanam selama-lamanya. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini:
وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاۤؤُهٗ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ عَذَابًا عَظِيْمًا.
Artinya: "Siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya adalah (neraka) Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang sangat besar."